JBNews.id — Crinoid atau lili laut, makhluk yang telah hidup sejak 500 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul, kini masih dapat ditemukan di lautan. Hewan ini kerap disebut sebagai ‘fosil hidup’ karena bentuknya yang menyerupai tanaman bergerak, padahal ia adalah hewan dengan sistem pencernaan dan saraf lengkap.
Menurut laporan dari detikInet pada Selasa (2/6/2026), crinoid pertama kali muncul dalam catatan fosil lebih dari setengah miliar tahun yang lalu, tepatnya pada era Kambrium Tengah. Periode ini terjadi sekitar 300 juta tahun sebelum kedatangan dinosaurus, menjadikan crinoid salah satu spesies hidup tertua di dunia saat ini.
Lebih dari 5.000 spesies fosil lili laut telah berhasil dideskripsikan oleh para ilmuwan. Angka ini menunjukkan bahwa crinoid merupakan salah satu spesies yang paling umum dan beragam dalam catatan fosil. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 650 spesies masih hidup hingga saat ini.
Melansir Lembech Resort, lili laut berkerabat dekat dengan bintang laut, landak laut, bintang rapuh, dan teripang. Kelima kelompok hewan ini membentuk cabang utama kerajaan hewan yang disebut echinodermata. Meskipun secara visual menyerupai tumbuhan, crinoid adalah hewan yang memiliki sistem pencernaan dan saraf yang lengkap.
Fakta menarik lainnya adalah bahwa lili laut lebih tua daripada tumbuhan darat mana pun. Hal ini memunculkan perspektif baru bahwa flora daratlah yang menyerupai lili laut, bukan sebaliknya. Crinoid memiliki tubuh kecil berbentuk cakram berwarna-warni, lengan panjang seperti bulu, dan kaki kecil beruas yang disebut cirri.
Baca Juga:
Peran Ekologis Crinoid
Lili laut memainkan peran ekologis yang sangat penting di ekosistem laut. Mereka bertugas mendaur ulang nutrisi di dasar laut dan menyediakan tempat berlindung bagi berbagai macam ikan dan invertebrata. Kaki mereka ditutupi oleh ratusan kaki kecil berbentuk tabung yang dilapisi lendir lengket, yang memungkinkan mereka menangkap potongan makanan yang lewat.
Salah satu keunikan lili laut adalah sistem saluran internal yang dimilikinya. Sistem ini memungkinkan mereka untuk mengalirkan makanan melalui lengan langsung ke perut. Mekanisme ini sangat efisien dan menjadi salah satu adaptasi evolusioner yang membuat mereka mampu bertahan selama ratusan juta tahun.
Crinoid dapat ditemukan di berbagai area di lautan, mulai dari terumbu karang dangkal hingga palung laut dalam, termasuk dasar berpasir. Kemampuan adaptasi yang luas ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka bertahan melewati berbagai periode kepunahan massal.
Keanekaragaman Spesies
Dengan lebih dari 5.000 spesies fosil yang telah dideskripsikan, crinoid menjadi salah satu kelompok hewan yang paling terdokumentasi dalam catatan fosil. Keanekaragaman ini menunjukkan bahwa mereka pernah menjadi komponen dominan di ekosistem laut purba. Dari jumlah tersebut, sekitar 650 spesies masih bertahan hingga saat ini, menunjukkan ketangguhan evolusioner yang luar biasa.
Para ilmuwan terus mempelajari crinoid untuk memahami lebih dalam tentang sejarah evolusi kehidupan di Bumi. Keberadaan mereka yang telah berlangsung selama 500 juta tahun memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kehidupan dapat bertahan melalui perubahan iklim dan lingkungan yang ekstrem.
Meskipun sering disalahartikan sebagai tumbuhan, crinoid adalah hewan yang termasuk dalam filum Echinodermata. Kelompok ini juga mencakup bintang laut, landak laut, dan teripang. Ciri khas echinodermata adalah sistem vaskular air yang unik dan simetri radial pada tubuh dewasa mereka.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa crinoid memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Jika salah satu lengan mereka putus, mereka dapat menumbuhkannya kembali dalam waktu tertentu. Kemampuan ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka mampu bertahan dari berbagai ancaman predator dan perubahan lingkungan.
Dari segi warna, lili laut dikenal sebagai hewan yang sangat berwarna-warni. Variasi warna ini tidak hanya berfungsi sebagai kamuflase, tetapi juga sebagai mekanisme untuk menarik perhatian pasangan atau memperingatkan predator. Warna-warna cerah ini membuat mereka menjadi subjek favorit bagi para fotografer bawah laut.
Keberadaan crinoid yang masih lestari hingga saat ini menjadi bukti nyata bahwa kehidupan dapat beradaptasi dan bertahan melalui berbagai tantangan geologis. Mereka adalah saksi bisu perjalanan panjang evolusi Bumi yang dimulai jauh sebelum dinosaurus menguasai daratan.




