Bukti Atmosfer Planet LHS 1140 b, Kunci Pencarian Kehidupan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi planet ekstrasurya LHS 1140 b dengan atmosfer di zona layak huni bintang katai merah
  • Para astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mendeteksi atmosfer di planet ekstrasurya LHS 1140 b yang berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi.
  • Planet ini adalah planet berbatu pertama di zona layak huni yang memiliki bukti kuat mempertahankan atmosfer, berdasarkan publikasi di jurnal Science.
  • Deteksi dilakukan melalui kebocoran helium yang teridentifikasi dari observasi tahun 2024 dan 2025, menunjukkan atmosfer telah bertahan setidaknya 3 miliar tahun.
  • Meskipun memiliki atmosfer, kondisi LHS 1140 b sangat berbeda dengan Bumi, dengan kemungkinan gas berat seperti nitrogen atau karbon dioksida di lapisan bawah.
  • Temuan ini membuka jalan baru dalam pencarian kehidupan di luar tata surya dan mengonfirmasi teknik deteksi atmosfer yang digunakan.

JBNews.id — Para astronom berhasil mendeteksi keberadaan atmosfer di planet ekstrasurya LHS 1140 b, yang berlokasi 48 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini menjadi bukti paling kuat bahwa planet berbatu di zona layak huni dapat mempertahankan atmosfer, sebuah syarat penting bagi kehidupan.

Peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mempublikasikan temuan mereka di jurnal Science pekan ini. Planet yang mengorbit bintang katai merah dingin ini pertama kali ditemukan pada 2017. Observasi baru yang dilakukan pada 2024 dan 2025 menjadi dasar temuan atmosfer tersebut.

Tim peneliti mendeteksi kebocoran helium dari planet tersebut. Sinyal spektral helium ini menjadi bukti kuat bahwa LHS 1140 b memiliki atmosfer yang telah bertahan setidaknya selama 3 miliar tahun. “Dua puluh tahun lalu kami bertanya-tanya apakah planet tipe terestrial lain benar-benar ada,” kata Robin Wordsworth, profesor di Harvard dan salah satu penulis studi, dalam siaran pers. “Kemudian kami tahu mereka umum, dan menemukan beberapa di zona layak huni. Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada di antara mereka yang berhasil mempertahankan atmosfer. Sekarang, kami tahu setidaknya satu ada.”

LHS 1140 b memenuhi tiga kriteria utama planet yang berpotensi mendukung kehidupan: komposisi berbatu, berada di zona layak huni bintangnya, dan memiliki atmosfer. Ini adalah planet ekstrasurya pertama yang memberikan bukti solid untuk ketiga persyaratan tersebut sekaligus.

Atmosfer Berbeda dengan Bumi

Meskipun berada di zona layak huni, kondisi atmosfer LHS 1140 B sangat berbeda dengan Bumi. Berdasarkan jumlah helium yang lolos, peneliti memperkirakan lapisan atas atmosfernya tidak mirip dengan planet kita. Di lapisan bawah, kemungkinan terdapat gas berat seperti nitrogen, karbon dioksida, atau karbon monoksida.

Keberadaan atmosfer sangat penting bagi planet untuk mendukung kehidupan seperti yang kita kenal. Di Bumi, atmosfer memungkinkan air tetap dalam bentuk cair, tidak mudah mendidih atau menyublim. Atmosfer juga membantu menjaga iklim stabil dengan mengatur suhu planet dan mengurangi dampak radiasi luar angkasa yang berbahaya.

Temuan ini juga mengonfirmasi keandalan teknik deteksi atmosfer yang digunakan tim peneliti. Ke depan, ilmuwan perlu mengamati planet dengan instrumen yang lebih kuat untuk mengkarakterisasi atmosfernya secara penuh dan menyelidiki apakah planet ini memiliki lautan permukaan atau fitur lain yang kompatibel dengan kehidupan.

Para astronom yang mencari planet layak huni biasanya mencari kondisi tipe Goldilocks yang pas untuk kehidupan. LHS 1140 b menjadi contoh pertama yang memenuhi semua kriteria tersebut dengan bukti atmosfer yang kuat.

Planet ekstrasurya ini mengorbit bintang katai merah yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari. Meskipun jaraknya 48 tahun cahaya, planet ini dianggap sebagai objek yang paling mirip Bumi yang pernah ditemukan peneliti. “Jika bukan kembaran, pasti keluarga dekat,” demikian pernyataan tim peneliti.

Untuk mendeteksi atmosfer dari jarak 48 tahun cahaya, peneliti mengidentifikasi kebocoran helium yang berasal dari planet. Mereka kemudian menggunakan model fisika untuk merekonstruksi bagaimana gas tersebut lepas dari atmosfer. Teknik ini terbukti efektif dan dapat digunakan untuk penelitian planet ekstrasurya lainnya di masa depan.

Penemuan atmosfer LHS 1140 b membuka jalan baru dalam pencarian kehidupan di luar tata surya. Dengan instrumen yang lebih canggih, ilmuwan berharap dapat mengungkap komposisi atmosfer secara detail dan menentukan apakah planet ini benar-benar dapat mendukung kehidupan.

Perkembangan teknologi observasi astronomi terus memungkinkan penemuan-penemuan baru. Sementara itu, di bidang teknologi informasi, Fitur Profil Search dan Sumber Kode Emoji menjadi contoh bagaimana inovasi terus berlangsung di berbagai bidang.

Implikasi dari temuan ini sangat besar bagi dunia astronomi. Untuk pertama kalinya, peneliti memiliki bukti konkret bahwa planet berbatu di zona layak huni dapat mempertahankan atmosfer dalam jangka waktu miliaran tahun. Ini berarti kondisi yang diperlukan untuk kehidupan mungkin lebih umum di alam semesta daripada yang diperkirakan sebelumnya.