Bos WhatsApp Mundur, Digantikan Pendiri Startup India

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Will Cathcart dan Kunal Shah dalam momen transisi kepemimpinan WhatsApp
  • Will Cathcart mengundurkan diri sebagai Head of WhatsApp setelah hampir tujuh tahun memimpin
  • Posisinya digantikan oleh Kunal Shah, pendiri startup fintech Cred asal India
  • Meta akan menginvestasikan USD 900 juta di Cred sebagai bagian dari penunjukan Shah
  • Cathcart akan tetap di Meta untuk mengembangkan produk baru dari awal
  • Shah akan mundur sebagai CEO Cred namun tetap menjadi pemegang saham
  • Selama kepemimpinan Cathcart, WhatsApp memperkenalkan backup chat terenkripsi, aplikasi iPad, iklan, dan chatbot Meta AI

JBNews.id — Head of WhatsApp Will Cathcart mengundurkan diri setelah memimpin aplikasi pesan milik Meta selama hampir tujuh tahun. Posisinya akan digantikan oleh Kunal Shah, pendiri startup fintech Cred asal India.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Cathcart melalui unggahan di akun X pribadinya pada Selasa (23/6/2026). Ia menyatakan bahwa saat ini WhatsApp berada dalam posisi paling kuat, sehingga momen ini tepat untuk mundur.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah kita bangun,” tulis Cathcart dalam postingannya, seperti dikutip dari sumber internal.

Cathcart memimpin WhatsApp sejak 2019. Selama masa kepemimpinannya, ia memperkenalkan sejumlah perubahan besar seperti backup chat terenkripsi, aplikasi WhatsApp untuk iPad, menghadirkan iklan, hingga menambahkan chatbot Meta AI.

“Kita telah mengembangkan platform pesan terenkripsi end-to-end hingga menjangkau lebih dari tiga miliar orang. Kita menghadirkannya ke chat grup, perangkat pendamping, platform baru – dan mempertahankan hak orang-orang di seluruh dunia untuk melakukan percakapan private,” sambungnya.

Meski mundur dari jabatannya sebagai bos WhatsApp, Cathcart akan tetap bertahan di Meta. Posisi barunya tidak disebutkan secara rinci. CEO Meta Mark Zuckerberg dalam unggahan di Facebook hanya menyatakan bahwa Cathcart akan mengembangkan produk baru di Meta dari awal.

Will Cathcart

Dalam unggahan yang sama, Zuckerberg memuji Shah yang sukses mengembangkan Cred menjadi salah satu perusahaan teknologi penting di India. Ia mengatakan Shah memiliki mentalitas pembangun dan perspektif global yang akan membantunya memimpin WhatsApp.

“Saya berharap dapat bekerja sama dengan Kunal untuk terus menjadikan WhatsApp sebagai layanan terbaik untuk miliaran orang dan jutaan bisnis,” kata Zuckerberg, seperti dikutip dari BBC.

Shah mendirikan Cred pada tahun 2018. Cred adalah platform pembayaran kartu kredit yang memberikan bonus kepada pengguna yang membayar tagihannya tepat waktu. Sebagai bagian dari penunjukan Shah sebagai bos baru WhatsApp, Meta akan menginvestasikan USD 900 juta di Cred. Shah akan mundur sebagai CEO Cred, tetapi ia tetap akan menjadi pemegang saham.

Kunal Shah

Pergantian kepemimpinan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah WhatsApp. Di bawah Cathcart, aplikasi perpesanan terbesar di dunia ini terus bertumbuh dan berinovasi. Kini, dengan kepemimpinan baru dari ekosistem startup India, banyak pihak menantikan arah pengembangan WhatsApp ke depan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan ini, simak artikel kami tentang Meta Tunjuk CEO Baru.

Keputusan Meta menginvestasikan dana besar di Cred menunjukkan komitmen perusahaan terhadap ekosistem fintech India. Langkah ini juga membuka peluang integrasi yang lebih dalam antara WhatsApp dan layanan keuangan digital di masa depan.

Bagi pengguna WhatsApp di Indonesia, pergantian ini diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada layanan yang ada saat ini. Namun, dengan latar belakang Shah di bidang fintech, pengguna dapat mengantisipasi kemungkinan hadirnya fitur-fitur baru terkait pembayaran dan transaksi keuangan di aplikasi tersebut.

Simak juga fitur terbaru lainnya di artikel Fitur Piala Dunia 2026 yang tersedia di platform Meta.

WhatsApp sendiri terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Baru-baru ini, aplikasi tersebut juga menghadirkan dukungan dua nomor di iPhone, seperti yang dibahas dalam artikel Dukung Dua Nomor.

Dengan pengalaman Shah di industri startup dan dukungan penuh dari Meta, masa depan WhatsApp diprediksi akan semakin terintegrasi dengan layanan keuangan dan teknologi terkini. Pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dapat menantikan berbagai pembaruan dan fitur baru dalam waktu dekat.