Astronom Temukan Planet Layak Huni LHS 1140b

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi seniman tentang eksoplanet LHS 1140b yang mengorbit bintang katai merah 48 tahun cahaya dari Bumi
  • Astronom temukan LHS 1140b memiliki atmosfer kaya helium
  • Planet berbatu ini berada di zona layak huni bintangnya
  • Jarak 48 tahun cahaya dari Bumi, ditemukan pertama kali 2017
  • Mengorbit bintang katai merah yang tidak terlalu aktif
  • Model komputer prediksi atmosfer atas didominasi helium
  • Belum ada bukti kehidupan, tapi semua bahan penting ada
  • Jadi kandidat terkuat planet mirip Bumi dengan atmosfer stabil

JBNews.id — Astronom berhasil mengonfirmasi bahwa eksoplanet LHS 1140b, yang berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi, memiliki atmosfer kaya helium dan merupakan dunia berbatu yang berada di zona layak huni bintangnya. Temuan ini menjadikannya kandidat terkuat untuk mencari kehidupan di luar tata surya.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Science, para peneliti melaporkan bahwa LHS 1140b memuntahkan helium ke luar angkasa. Fenomena ini merupakan indikasi kuat bahwa planet tersebut memiliki atmosfer yang stabil. Jika terbukti, ini akan menjadi pertama kalinya umat manusia menemukan eksoplanet mirip Bumi dengan atmosfer yang mampu mendukung kehidupan.

“Ketika ada satu, pasti ada lebih banyak lagi di antara eksoplanet,” ujar Sara Seager, astrofisikawan dari MIT yang tidak terlibat dalam studi tersebut, kepada New York Times. “Semoga ini menjadi awal dari sesuatu yang baru.”

Meski demikian, penulis utama studi Collin Cherubim, ilmuwan planet dari Harvard University, mengingatkan bahwa belum ada bukti kehidupan di planet tersebut. “Pada titik ini, kami sama sekali tidak memiliki bukti adanya kehidupan di planet ini,” katanya. “Tapi kami yakin semua bahan penting yang benar-benar dibutuhkan ada di sana.”

Planet Berbatu di Zona Layak Huni

LHS 1140b adalah dunia berbatu seperti Bumi dan mengorbit di zona layak huni bintangnya. Zona ini merupakan wilayah di sekitar bintang di mana sebuah planet dapat mempertahankan air cair di permukaannya—salah satu syarat penting bagi kehidupan.

Penemuan eksoplanet sendiri sangat langka. Dari jutaan bintang yang telah dikatalogkan, para astronom baru mengonfirmasi sekitar 6.000 dunia di luar tata surya kita. Menemukan planet yang memiliki atmosfer bahkan lebih sulit karena sinyalnya sangat redup dibandingkan cahaya bintang induknya.

Dalam banyak kasus, planet yang memiliki atmosfer adalah raksasa gas yang kemungkinan besar tidak dapat mendukung kehidupan. Karena itu, LHS 1140b menjadi penemuan yang sangat istimewa.

Mengorbit Bintang Katai Merah

Detail penting lainnya adalah LHS 1140b mengorbit bintang katai merah. Planet-planet di sekitar bintang katai merah lebih mudah terdeteksi karena bintang-bintang kecil ini lebih redup. Akibatnya, lebih mudah untuk melihat ketika sebuah planet melintas di depannya.

Namun, karena bintang katai merah memancarkan lebih sedikit panas, planet yang berpotensi layak huni harus mengorbit lebih dekat dibandingkan Bumi terhadap Matahari. Ini bisa menjadi masalah karena bintang katai merah diyakini sangat fluktuatif. Planet yang mengorbit terlalu dekat berisiko dihantam oleh semburan matahari dan ledakan kuat lainnya yang dapat melucuti atmosfernya serta memusnahkan kehidupan yang sedang berkembang.

Menariknya, para astronom menemukan bahwa LHS 1140b memiliki atmosfer kaya helium meskipun berada di zona layak huni bintangnya. Hal ini menunjukkan bahwa volatilitas bintang katai merah mungkin tidak separah yang diperkirakan sebelumnya. Bintang ini tampaknya tidak terlalu aktif dibandingkan bintang katai merah lainnya.

Model Komputer Prediksi Atmosfer

Para peneliti menggunakan model komputer teoretis tentang evolusi atmosfer eksoplanet untuk melacak bagaimana elemen ringan seperti hidrogen dan helium akan dikeluarkan oleh ledakan bintang induknya. Ketika model ini diterapkan pada LHS 1140b, yang pertama kali ditemukan pada 2017, model tersebut memprediksi bahwa atmosfer atasnya akan didominasi oleh helium—tanda yang menjanjikan bahwa planet ini mampu mendukung kehidupan.

“Dua puluh tahun yang lalu kami bertanya-tanya apakah planet terestrial lain benar-benar ada,” kata Robin Wordsworth, profesor ilmu bumi dan planet di Harvard, dalam sebuah pernyataan. “Kemudian kami belajar bahwa mereka umum, dan menemukan beberapa di zona layak huni.”

“Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada di antara mereka yang berhasil mempertahankan atmosfer,” tambahnya. “Sekarang kami tahu setidaknya satu planet berhasil.”

Ilustrasi seniman tentang eksoplanet LHS 1140b yang mengorbit bintang katai merah 48 tahun cahaya dari Bumi, yang mungkin menjadi kandidat terkuat untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar tata surya.

Implikasi bagi Pencarian Kehidupan

Temuan ini memiliki implikasi besar bagi dunia astronomi. Jika LHS 1140b benar-benar memiliki atmosfer yang stabil, ini bisa menjadi validasi bahwa ada banyak planet serupa di luar sana, bukan hanya Bumi yang menjadi anomali langka di kosmos.

“Semoga ini menjadi awal dari sesuatu yang baru,” ujar Seager. Optimisme ini juga didukung oleh fakta bahwa penemuan eksoplanet seperti LHS 1140b menjadi semakin umum seiring dengan kemajuan teknologi observasi.

Bagi para ilmuwan, langkah selanjutnya adalah mencari bukti langsung kehidupan di planet tersebut. Meskipun belum ada bukti, semua bahan penting untuk kehidupan diyakini sudah ada di LHS 1140b. Ini menjadikannya target utama untuk misi observasi mendatang.

Penemuan ini juga membuka peluang baru dalam memahami bagaimana atmosfer planet dapat bertahan di sekitar bintang katai merah. Jika planet lain di zona layak huni juga memiliki atmosfer yang stabil, maka jumlah kandidat planet layak huni di galaksi bisa jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Dengan kata lain, LHS 1140b bukan hanya sekadar planet baru. Ia adalah bukti bahwa planet mirip Bumi dengan atmosfer yang stabil benar-benar ada—dan mungkin saja, tidak sendirian.