JBNews.id — Apple dipastikan mengubah strategi peluncuran prosesor silikonnya dengan tidak menghadirkan varian Pro dan Max pada chip M6 yang akan dirilis tahun ini. Langkah ini menjadi perubahan signifikan pertama sejak debut chip M1 pada 2020.
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip Mark Gurman, Apple hanya akan merilis chip M6 model dasar pada tahun ini. Varian Pro dan Max yang biasanya menyertai setiap generasi chip Apple tidak akan diproduksi. Sebagai gantinya, perusahaan berbasis di Cupertino itu akan mempercepat pengembangan teknologi yang semula dijadwalkan untuk chip M7.
“Apple wants to fast-track technologies that it originally planned to release later,” tulis Gurman dalam laporannya. Keputusan ini menandai pertama kalinya Apple tidak merilis varian Pro dan Max dari prosesor silikonnya sejak era M1 dimulai.
Strategi baru ini berpotensi meninggalkan pengguna Mac kelas atas tanpa opsi upgrade yang memadai dalam waktu dekat. Chip dasar M6 biasanya digunakan untuk produk entry-level seperti MacBook, Mac mini, dan iMac. Sementara itu, perangkat high-end seperti MacBook Pro dan Mac Studio membutuhkan varian Pro, Max, atau Ultra untuk performa maksimal.
Peluncuran chip M6 model dasar dijadwalkan pada akhir 2026. Chip M7 dasar baru akan hadir pada paruh pertama 2027, disusul varian M7 Pro dan M7 Max pada akhir 2027. Varian M7 Ultra diperkirakan baru tersedia pada 2028.
M5 Ultra Jadi Opsi Upgrade Satu-satunya
Dalam situasi ini, chip M5 Ultra yang akan dirilis akhir tahun ini menjadi satu-satunya opsi upgrade jangka pendek untuk perangkat Mac kelas atas. Bloomberg melaporkan bahwa chip flagship ini akan menjadi bagian dari Mac Studio generasi baru.
Apple saat ini masih menyelesaikan jajaran chip M5. Varian M5 Pro dan M5 Max telah dirilis pada Maret 2026. Chip M5 Ultra menjadi penutup dari lini prosesor generasi kelima Apple.
Keputusan untuk melewatkan varian Pro dan Max pada chip M6 menunjukkan pergeseran prioritas Apple dalam pengembangan prosesor. Perusahaan tampaknya lebih fokus pada lompatan teknologi besar pada chip M7 ketimbang peningkatan inkremental pada M6.
Bloomberg melaporkan bahwa jajaran chip M7 dirancang dengan “major advancements to on-device AI processing.” Ini mengindikasikan bahwa Apple ingin menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan yang lebih canggih langsung di perangkat, tanpa harus bergantung pada komputasi awan.
Perubahan strategi ini juga berimplikasi pada jadwal rilis produk Mac. Pengguna yang menanti MacBook Pro atau Mac Studio dengan chip M6 Pro atau M6 Max harus menunggu hingga akhir 2027 saat chip M7 Pro dan M7 Max tersedia.
Bagi konsumen yang membutuhkan upgrade segera, opsi yang tersedia adalah Mac dengan chip M5 Pro atau M5 Max yang sudah dirilis, atau menunggu Mac Studio dengan M5 Ultra akhir tahun ini.
Baca Juga:
Dampak bagi Ekosistem Mac
Keputusan Apple untuk meniadakan varian Pro dan Max pada chip M6 berpotensi mengubah dinamika pasar komputer Apple. Pengguna profesional yang mengandalkan Mac untuk pekerjaan berat seperti rendering video, pengembangan perangkat lunak, atau analisis data mungkin harus menyesuaikan rencana upgrade mereka.
Di sisi lain, strategi ini bisa menjadi keuntungan bagi Apple dalam jangka panjang. Dengan memfokuskan sumber daya pada pengembangan chip M7 yang memiliki lompatan besar di pemrosesan AI, Apple bisa menciptakan produk yang lebih kompetitif saat dirilis.
Keputusan ini juga mempengaruhi harga produk Apple di pasar. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Apple menaikkan harga hampir semua produk akibat krisis memori global. Namun, iPhone masih aman dari kenaikan harga tersebut.
Bagi konsumen di Indonesia, perubahan strategi ini berarti opsi pembelian Mac dengan chip terbaru menjadi lebih terbatas dalam dua tahun ke depan. Pengguna yang menginginkan performa tinggi mungkin perlu mempertimbangkan Mac dengan chip M5 Pro atau M5 Max yang sudah tersedia.
Apple juga telah menaikkan harga hampir semua produk lainnya, yang membuat keputusan pembelian semakin perlu dipertimbangkan dengan matang.
Laporan Bloomberg tidak menyebutkan secara spesifik perangkat mana yang akan menggunakan chip M6 dasar. Namun, berdasarkan pola sebelumnya, chip dasar biasanya digunakan untuk MacBook Air, Mac mini entry-level, dan iMac standar.
Bagi pengguna yang sudah memiliki Mac dengan chip M1 atau M2, keputusan untuk upgrade ke M6 dasar mungkin tidak memberikan peningkatan signifikan. Namun, menunggu hingga chip M7 dengan kemampuan AI yang lebih canggih bisa menjadi pilihan lebih baik.
Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan strategi ini. Informasi yang beredar masih berdasarkan laporan dari Bloomberg yang mengutip sumber internal perusahaan.
Yang jelas, perubahan ini menandai babak baru dalam strategi silikon Apple. Setelah lima tahun konsisten merilis varian Pro dan Max di setiap generasi, Apple kini memilih pendekatan berbeda yang lebih berorientasi pada lompatan teknologi jangka panjang.
Implikasinya bagi konsumen: jika Anda membutuhkan Mac dengan performa tinggi dalam waktu dekat, produk dengan chip M5 Pro atau M5 Max yang sudah dirilis Maret lalu menjadi pilihan paling rasional. Menunggu chip M7 yang baru akan hadir pada 2027 bisa menjadi strategi jika Anda tidak membutuhkan upgrade segera.




