ANOA Luncurkan PickMe, Web3 Gaming untuk Developer Lokal

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi main game sebagai representasi industri game digital
  • ANOA Token luncurkan PickMe, platform Web3 untuk menghubungkan developer game lokal dengan komunitas gamer
  • Developer bisa memperkenalkan konsep game, terima ulasan, dan masukan langsung dari calon pemain
  • Peluncuran bagian dari roadmap Phase 4 ANOA untuk ekosistem Web3 gaming Indonesia
  • ANOA sebelumnya jangkau komunitas Web2 lewat dukungan turnamen esports IESPA (5-6 Juni 2026)
  • Program pendukung: staking token hingga 16% APY, kampanye Zealy, AMA di Telegram dan X
  • Total pasokan token terbatas 10 juta token
  • Perusahaan tegaskan informasi bukan ajakan investasi, imbau pahami risiko aset digital

JBNews.id — ANOA Token resmi meluncurkan PickMe, sebuah platform berbasis Web3 yang dirancang untuk menghubungkan developer game lokal dengan komunitas gamer. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan yang kerap dihadapi pengembang game dalam negeri, yakni mencari pemain yang bersedia menguji dan memberikan masukan sebelum game resmi dirilis.

Melalui platform PickMe, developer dapat memperkenalkan konsep permainan, membagikan perkembangan proyek, menerima ulasan, hingga memperoleh masukan langsung dari calon pemain. ANOA menilai keterlibatan komunitas sejak tahap awal pengembangan dapat membantu meningkatkan kualitas sekaligus peluang game lokal untuk berkembang.

Peluncuran PickMe menjadi bagian dari roadmap Phase 4 ANOA yang berfokus pada penguatan ekosistem Web3 gaming di Indonesia. Fokus tersebut mencakup peningkatan utilitas, partisipasi komunitas, dan kolaborasi antara developer dengan pemain.

“PickMe kami siapkan sebagai ruang baru bagi developer dan komunitas untuk saling terhubung. Kami ingin membangun ekosistem di mana ide, feedback, dan partisipasi komunitas bisa menjadi bagian penting dari pertumbuhan game lokal,” ujar Web3 Lead ANOA, Mrpunk, dikutip dari siaran pers, Minggu (12/7/2026).

Berbeda dengan platform distribusi game pada umumnya, PickMe dirancang agar komunitas tidak hanya menjadi pengguna akhir, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pengembangan melalui berbagai masukan dan diskusi. Konsep ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kreator dan pemain sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak game buatan Indonesia.

Baca Juga:

Dari Web2 ke Web3: Strategi ANOA Membangun Ekosistem

Sebelum mengembangkan infrastruktur Web3, ANOA lebih dulu menjangkau komunitas gaming Web2. Salah satunya melalui dukungan terhadap turnamen esports IESPA yang digelar pada 5-6 Juni 2026. Langkah tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep ekosistem digital yang lebih terbuka dan kolaboratif kepada komunitas gamer.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa ANOA tidak langsung melompat ke teknologi blockchain tanpa membangun basis pengguna terlebih dahulu. Dengan menjangkau komunitas Web2, perusahaan dapat memperkenalkan secara bertahap manfaat dari ekosistem Web3, termasuk transparansi, kepemilikan aset digital, dan partisipasi langsung dalam pengembangan game.

Selain menghadirkan PickMe, ANOA juga menjalankan berbagai program untuk memperkuat komunitas. Program-program tersebut mencakup staking token dengan imbal hasil hingga 16% APY, kampanye penghargaan melalui Zealy, serta sesi diskusi dan edukasi rutin melalui AMA di Telegram dan X.

ANOA mengungkapkan tokennya memiliki total pasokan terbatas sebanyak 10 juta token. Pengembangan ekosistem akan difokuskan pada keberlanjutan komunitas, pengembangan platform, pemasaran, likuiditas, serta inovasi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan industri Web3 gaming di Indonesia.

Implikasi bagi Industri Game Lokal

Kehadiran PickMe membawa implikasi signifikan bagi ekosistem game Indonesia. Developer lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan pemain untuk tahap pengujian kini memiliki akses langsung ke komunitas yang sudah siap memberikan masukan. Hal ini berpotensi mempercepat siklus pengembangan dan meningkatkan kualitas produk akhir.

Bagi komunitas gamer, platform ini menawarkan kesempatan untuk terlibat lebih dalam dalam proses kreatif. Mereka bukan hanya konsumen pasif, melainkan kontributor aktif yang dapat memengaruhi arah pengembangan game favorit mereka.

Perusahaan menegaskan informasi mengenai staking maupun token bukan merupakan ajakan berinvestasi. Pengguna tetap diimbau memahami risiko aset digital sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam ekosistem tersebut.

Dengan strategi yang menggabungkan pendekatan Web2 dan Web3, ANOA berupaya membangun jembatan antara teknologi blockchain dan industri game arus utama. Jika berhasil, model ini bisa menjadi cetak biru bagi pengembangan ekosistem Web3 gaming di Indonesia ke depannya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan industri digital, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Ezviz Pamer Ekosistem Rumah Pintar di pameran teknologi terbaru.