Adobe Rilis AI Assistant untuk Seluruh Aplikasi Creative Cloud

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Antarmuka AI Assistant Adobe Illustrator yang menunjukkan fitur reorganisasi layer otomatis
  • Adobe meluncurkan AI Assistant untuk Photoshop, Premiere Pro, Illustrator, InDesign, dan Frame.io dalam versi beta publik
  • Setiap asisten AI beroperasi sebagai spesialis di masing-masing aplikasi dengan kemampuan yang disesuaikan
  • Premiere AI dapat mengatur aset, mengganti nama batch klip, dan menambahkan marker berdasarkan kata kunci
  • Photoshop AI memungkinkan editing berbasis perintah seperti mengatur layer dan mengganti background
  • Illustrator AI mendukung pekerjaan multi-langkah seperti pengecekan kesalahan font dan pembuatan versi file
  • InDesign AI dapat menerapkan pengecekan kesiapan cetak dan pembaruan gaya di seluruh halaman
  • Frame.io AI membantu umpan balik revisi, pengaturan aset syuting, dan pembuatan footage B-roll
  • David Wadhwani, kepala kreativitas Adobe, menyebut ini sebagai ekspansi besar dari janji Adobe

JBNews.id — Adobe resmi meluncurkan asisten AI (AI Assistant) untuk seluruh aplikasi utama dalam suite Creative Cloud, termasuk Photoshop, Premiere Pro, Illustrator, InDesign, dan Frame.io. Peluncuran ini menandai babak baru dalam integrasi kecerdasan buatan ke dalam alat desain dan editing profesional.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis hari ini, Adobe menyebutkan bahwa asisten AI ini mulai tersedia dalam versi beta publik. Setiap asisten dirancang khusus untuk masing-masing aplikasi, meskipun semuanya didukung oleh satu agen kreatif percakapan milik Adobe. “Mereka bekerja secara independen dan beroperasi sebagai spesialis di setiap aplikasi Creative Cloud,” demikian pernyataan Adobe.

Pendekatan ini memungkinkan asisten AI di Premiere Pro, misalnya, dioptimalkan untuk tugas-tugas seperti mengatur ulang timeline video dengan cepat. Sementara itu, asisten AI di Photoshop memahami cara menggunakan alat editing foto paling populer atas nama pengguna.

Asisten AI di Premiere Pro dan Photoshop

Asisten AI di Premiere Pro hadir dengan kemampuan untuk mengatur aset ke dalam bin, mengganti nama batch klip berdasarkan konten footage, serta mengidentifikasi pertanyaan atau kata kunci tertentu dalam rekaman suara. Fitur ini memungkinkan pengguna menambahkan marker ke timeline proyek atau menyusun titik awal yang solid untuk video.

Adobe menegaskan bahwa “pekerjaan setup yang membosankan sudah diurus untuk Anda.” Asisten ini dapat membantu segala hal yang dilakukan di Project panel atau Timeline. Untuk Photoshop, pengguna cukup “mendeskripsikan hasil yang diinginkan” — pendekatan berbasis perintah yang sudah diterapkan di asisten Firefly sebelumnya. Pengguna dapat mengatur layer, mengganti background, mengubah ukuran aset untuk platform online, dan masih banyak lagi.

Perluasan ke aplikasi desktop ini menyusul peluncuran asisten AI untuk versi web dan mobile Photoshop awal tahun ini. Bagi pengguna yang tertarik dengan tren serupa, VSCO Studio Pro juga menawarkan alternatif editing dengan harga Rp 7,5 juta.

Kemampuan di Illustrator, InDesign, dan Frame.io

Di Illustrator, asisten AI mendukung pekerjaan produksi multi-langkah, seperti menandai kesalahan mode warna atau font yang hilang, mengatur ulang layer, dan menghasilkan beberapa versi file desain dari spreadsheet atau dokumen. Untuk InDesign, chatbot dapat menerapkan pengecekan kesiapan cetak serta pembaruan salinan dan gaya di setiap tata letak halaman saat pengguna mengunggah PDF baru atau membuka template yang sudah ada.

Sementara itu, di Frame.io, asisten dapat menampilkan umpan balik revisi, mengatur aset syuting, menghasilkan footage B-roll, dan membantu “arah kreatif” pada proyek. Integrasi AI dalam alat kreatif juga menjadi sorotan di industri, seperti yang terlihat dalam AI di Tribeca yang membuktikan gen AI sebagai alat kreatif.

Pernyataan Resmi Adobe

“Adobe selalu menjadi pusat bagaimana karya kreatif terbaik terwujud, dan ini adalah ekspansi besar dari janji tersebut,” ujar David Wadhwani, kepala kreativitas Adobe. “Setiap kreator kini memiliki agen yang mampu membantu mereka mengeksekusi di setiap aplikasi dan platform tempat mereka bekerja, sehingga mereka bisa menetapkan visi, menerapkan selera, dan membuat keputusan yang hanya bisa mereka lakukan.”

Pernyataan ini menegaskan komitmen Adobe untuk memberdayakan kreator dengan alat berbasis AI yang dapat mengotomatiskan tugas-tugas repetitif. Pendekatan ini sejalan dengan tren industri di mana Nvidia RTX Spark juga menghadirkan prosesor super untuk PC Windows guna mendukung beban kerja AI.

Implikasi bagi Kreator Profesional

Peluncuran asisten AI di seluruh aplikasi Creative Cloud memiliki implikasi signifikan bagi para kreator profesional. Dengan mengotomatiskan tugas-tugas setup yang memakan waktu, seperti pengaturan layer, pengelompokan aset, dan pengecekan kesalahan, para desainer dan editor video dapat lebih fokus pada aspek kreatif pekerjaan mereka.

Bagi pengguna individu, kemampuan untuk mendeskripsikan hasil yang diinginkan dalam bahasa alami — alih-alih harus menguasai setiap menu dan alat secara manual — dapat mempercepat alur kerja secara drastis. Ini terutama bermanfaat bagi kreator yang bekerja di bawah tenggat waktu ketat atau mengelola proyek dengan volume aset besar.

Dari sisi bisnis, Adobe memperkuat posisinya sebagai platform all-in-one untuk kreator, sekaligus menekan persaingan dari aplikasi editing alternatif. Integrasi AI ini juga membuka peluang bagi pengguna baru yang mungkin sebelumnya enggan menggunakan aplikasi kompleks seperti Premiere Pro atau Illustrator karena kurva pembelajaran yang curam.

Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan produktivitas dengan perangkat terbaru, penting untuk mempertimbangkan bahwa asisten AI ini membutuhkan daya komputasi yang memadai. Spesifikasi perangkat keras yang mumpuni, seperti yang ditawarkan oleh prosesor terbaru, akan menjadi faktor penentu dalam pengalaman penggunaan.