5G Boros Kuota dan Baterai? Ini Faktor yang Berpengaruh

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi pengguna layanan 5G Telkomsel saat mencoba kecepatan jaringan di Mandalika
  • Jaringan 5G tidak otomatis membuat kuota internet lebih boros atau baterai lebih cepat habis
  • Konsumsi kuota lebih dipengaruhi aktivitas pengguna seperti streaming video resolusi tinggi dan download file besar
  • Konsumsi baterai dipengaruhi jenis jaringan (5G NSA vs 5G SA), kualitas sinyal, dan efisiensi modem
  • Fitur 5G Auto di iPhone dirancang untuk menghemat baterai dengan beralih ke LTE saat 5G tidak diperlukan
  • Tom's Guide menemukan LTE lebih hemat baterai dibanding 5G pada pengujian iPhone 12, namun hasilnya tidak universal
  • Faktor penentu utama: kualitas sinyal, jenis jaringan operator, aktivitas digital, pengaturan smartphone, dan efisiensi modem

JBNews.id — Jaringan 5G tidak otomatis membuat kuota internet lebih boros atau baterai smartphone lebih cepat habis. Konsumsi daya dan data justru lebih dipengaruhi oleh jenis implementasi jaringan, kualitas sinyal, serta efisiensi modem perangkat. Anggapan bahwa 5G boros kuota dan baterai selama ini lebih banyak disebabkan oleh perubahan perilaku pengguna dan kondisi teknis jaringan, bukan semata-mata karena teknologi generasi kelima tersebut.

Banyak pengguna smartphone masih meyakini bahwa berpindah ke jaringan 5G akan membuat kuota internet terkuras lebih cepat dan baterai menjadi lebih boros dibandingkan saat menggunakan 4G. Namun, menurut media teknologi Android Authority, jaringan 5G memang berpotensi menggunakan daya lebih besar dibandingkan 4G dalam kondisi tertentu. Meski demikian, besarnya konsumsi baterai sangat bergantung pada jenis implementasi jaringan operator, kualitas sinyal di lokasi pengguna, serta efisiensi modem yang digunakan smartphone.

Kuota Lebih Boros? Bukan Karena 5G Semata

Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah kuota internet menjadi lebih cepat habis setelah menggunakan 5G. Padahal, menurut artikel edukasi ‘Cek Fakta dari Mitos Seputar 5G yang Sering Kamu Dengar’ yang dikutip dari website Telkomsel, jaringan 5G tidak secara otomatis mengonsumsi kuota lebih banyak. Yang berubah adalah perilaku pengguna itu sendiri.

Kecepatan internet yang jauh lebih tinggi membuat pengguna lebih mudah melakukan streaming video beresolusi tinggi, mengunduh file berukuran besar, atau bermain game dengan kualitas grafis maksimal. Aktivitas-aktivitas inilah yang akhirnya meningkatkan penggunaan data secara signifikan. Dengan kata lain, kuota lebih cepat habis bukan karena teknologi 5G, melainkan karena aktivitas digital yang menjadi lebih intensif.

Hal senada juga dijelaskan Android Authority. Kecepatan tinggi pada jaringan 5G memungkinkan aplikasi mengunduh dan memutar konten dengan kualitas lebih tinggi secara otomatis. Akibatnya, pengguna merasa kuota internet lebih cepat habis dibanding saat menggunakan 4G, meski penyebab utamanya adalah peningkatan konsumsi konten, bukan konsumsi data oleh jaringan itu sendiri.

Baca Juga:

Mengapa 5G Kadang Membuat Baterai Lebih Boros?

Untuk urusan baterai, jawabannya lebih kompleks. Menurut Android Authority, di banyak negara operator masih menggunakan teknologi 5G Non-Standalone (NSA). Pada jaringan ini, smartphone tetap terhubung ke jaringan 4G LTE untuk layanan tertentu sambil menggunakan jaringan 5G untuk transfer data. Kondisi tersebut membuat modem bekerja di dua jaringan sekaligus sehingga konsumsi daya dapat meningkat dibandingkan LTE.

Sebaliknya, pada jaringan 5G Standalone (SA), konsumsi daya cenderung lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada jaringan 4G. Media tersebut juga menjelaskan bahwa kualitas sinyal menjadi faktor penting. Ketika pengguna berada jauh dari BTS atau berada di area dengan cakupan 5G yang belum optimal, modem smartphone akan bekerja lebih keras mencari sinyal sehingga baterai menjadi lebih cepat terkuras.

Koneksi internet 5G Telkomsel mampu mengukir kecepatan melebihi 5 Gbps di ajang MotoGP Mandalika

Gunakan Mode 5G Auto agar Lebih Hemat Baterai

Apple juga mengakui penggunaan jaringan 5G dapat memengaruhi daya tahan baterai apabila terus digunakan. Dalam dokumen dukungan resminya, perusahaan asal Cupertino ini menjelaskan iPhone memiliki fitur 5G Auto yang akan secara otomatis beralih ke jaringan LTE ketika kecepatan 5G tidak memberikan peningkatan pengalaman yang signifikan.

Bahkan, menurut Apple, fitur tersebut dirancang untuk membantu menghemat baterai tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Sebaliknya, jika pengguna memilih mode 5G On, iPhone akan selalu menggunakan jaringan 5G saat tersedia dan kondisi tersebut dapat mengurangi masa pakai baterai. Apple juga menjelaskan bahwa mode Allow More Data on 5G memungkinkan penggunaan data lebih besar, misalnya untuk streaming video berkualitas tinggi, pembaruan sistem melalui jaringan seluler, hingga pencadangan iCloud otomatis.

Pengalaman Pengujian: Daya Tahan Bisa Berbeda

Sementara itu, seperti dikutip media teknologi Tom’s Guide dalam pengujian terhadap iPhone 12 menemukan bahwa daya tahan baterai saat menggunakan LTE lebih lama dibandingkan ketika perangkat terus terhubung ke jaringan 5G. Meski demikian, Tom’s Guide menekankan hasil tersebut tidak berlaku untuk semua pengguna.

Performa baterai sangat bergantung pada lokasi, kualitas jaringan operator, serta jenis smartphone yang digunakan. Oleh karena itu, pengguna disarankan mencoba terlebih dahulu apakah jaringan 5G di wilayahnya benar-benar memberikan manfaat yang sepadan dengan konsumsi baterai. Sebelum memutuskan beralih, ada baiknya juga memahami persyaratan kartu SIM yang diperlukan.

Faktor yang Paling Berpengaruh

Dari berbagai sumber tersebut, terdapat sejumlah faktor yang lebih menentukan konsumsi kuota dan baterai dibanding sekadar penggunaan jaringan 5G, yaitu:

  • Kualitas sinyal di lokasi pengguna
  • Jenis jaringan yang digunakan operator, apakah 5G NSA atau 5G SA
  • Aktivitas digital seperti streaming video 4K, bermain game, video conference, atau mengunduh file besar
  • Pengaturan smartphone, misalnya penggunaan mode 5G Auto, 5G On, atau LTE
  • Efisiensi modem pada smartphone. Perangkat keluaran terbaru umumnya lebih hemat daya dibandingkan generasi awal ponsel 5G

Dengan demikian, jaringan 5G bukan penyebab utama kuota cepat habis atau baterai menjadi boros. Cara penggunaan smartphone, kualitas jaringan, dan teknologi perangkat justru menjadi faktor yang lebih menentukan. Bagi pengguna yang khawatir soal konsumsi daya, memahami perbedaan implementasi 5G di operator masing-masing bisa menjadi langkah awal yang bijak.

Implikasinya bagi pengguna di Indonesia, keputusan untuk mengaktifkan 5G sepanjang waktu sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan di lokasi masing-masing. Jika aktivitas digital sehari-hari tidak membutuhkan kecepatan ekstrem, memanfaatkan mode hemat baterai atau beralih ke LTE saat tidak diperlukan bisa menjadi strategi yang lebih efisien. Ini sejalan dengan tren industri yang terus mendorong efisiensi perangkat dan jaringan, sebagaimana perkembangan teknologi komunikasi yang terus berevolusi.

Pada akhirnya, pemahaman yang tepat tentang cara kerja jaringan 5G akan membantu pengguna memaksimalkan manfaat teknologi ini tanpa harus mengorbankan kuota atau daya tahan baterai secara berlebihan.